Pages

Senin, 11 Agustus 2014

Studi Temukan Bagaimana Pengolahan Emosi di Otak

Berbagai perasaan terhadap situasi atau orang, disandi menjadi kode-kode di otak. Setiap kode akan merepresentasi emosi yang dihasilkan.

Sebuah studi baru dari ilmuwan saraf Universitas Cornell Adam Anderson melaporkan bukti temuan bagaimana otak manusia memproses perasaan.

Berbagai perasaan yang bersifat perseorangan dan tentu saja subjektif, terhadap situasi ataupun orang lain, akan disandi ke kode-kode standar di otak. Lantas setiap kode merepresentasi emosi yang dihasilkan. Anderson mengatakan, "Orang menyandi perasaan berdasarkan rangsang. Kami menemukan pola-pola halus dari aktivitas saraf dalam korteks orbitofrontal—wilayah otak yang berkaitan dengan pengolahan emosi, bertindak sebagai saraf kode yang menangkap beragam perasaan individu."
Studi yang dipublikasikan secara online dalam Nature Neuroscience ini juga memberikan pengetahuan bagaimana kode-kode tersebut mewakili perasaan terdalam manusia, dan membalikkan anggapan bahwa saat emosi terjadi otak hanya secara sederhana mengaktifkan area khusus untuk perasaan positif/negatif.
Lantas bagaimana pengolahan perasaan ke suatu emosi di otak manusia?
Pola sensorik khusus ditemukan pada area otak yang terhubung dengan pusat penerima rangsang khusus visi (indra penglihatan) dan rasa (indra pengecap). Namun juga, peneliti menyatakan pengalaman subjektif internal tidak terbatas kepada itu saja, melainkan juga pada pusat persepsi dan indrawi.
"Meski bagaimana pun perasaan pribadi kita, terbukti otak kita menggunakan sandi (kode) untuk menafsirkannya sebagai emosi [tertentu]," kata Anderson menyimpulkan.
(Badri Ahmad. Sumber: Science Dailyri)

 

Sabtu, 05 April 2014

Permainan Asah Otak Tak Tingkatkan Kecerdasan

Komponen kecerdasan seperti kemampuan menyelesaikan masalah atau beralasan, tidak meningkat hanya karena rutin bermain game asah otak.

Sering dikatakan, berbagai permainan asah otak bisa meningkatkan kemampuan kognitif. Dengan permainan yang menguji kemampuan otak pada perhatian dan kecepatan, perusahaan pengembang game mengklaim program ini bisa memperbaiki kemampuan kognitif, memori, fleksibilitas, dan penyelesaian masalah. 

Permainan asah otak mungkin memperbaiki kualitas tersebut. Namun riset menunjukkan, komponen kecerdasan seperti kemampuan menyelesaikan masalah atau beralasan, tidak meningkat hanya karena rutin bermain game asah otak.

"Saat ini sulit sekali menghabiskan waktu berinternet tanpa melihat iklan yang menjanjikan untuk melatih otak, memperbaiki konsentrasi, dan menaikkan IQ," kata pimpinan studi dari Georgia Institute of Technology, Randall Engle.

Engle dan timnya menemukan, walaupun kapasitas memori dan fluid intelligence saling berhubungan, namun hal ini tidak berlaku sama dalam permainan asah otak. Permainan asah otak hanya meningkatkan kapasitas memori, tidak dengan fluid intelligence. Ide awalnya, game asah otak meningkatkan kemampuan memori yang dibarengi dengan fluid intelligence.

Kapasitas memori atau working memori capacity (WMC) adalah kemampuan otak mengingat kembali hal yang lampau. Sedangkan fluid intelligence adalah kemampuan beralasan, menyelesaikan masalah, dan menjalin hubungan.

Dalam studi ini, peneliti menggunakan 55 mahasiswa sebagai responden. Para responden menjalankan 20 hari partisipasi dalam pelatihan kemampuan otak. Setiap kali kemampuan bertambah baik, para responden akan mendapat bayaran.

Partisipan dibagi menjadi 3 grup berdasarkan variasi kesulitan pelatihan. Kelompok pertama berpartisipasi dalam tugas kompleks dengan rentang waktu tertentu. Tugas ini mengukur kemampuan kapasitas memori seseorang.

Kelompok kedua berpartipasi dalam tugas rentang sederhana, yang seketika mengingat letak benda usai ditunjukkan. Sedangkan kelompok ketiga berpartisipasi dalam pencarian tugas visual.

Peneliti juga menguji kemampuan WMC dan fluid intelligence sebelum dan setelah pelatihan 20 hari. Hasilnya, hanya sebagian partisipan di kelompok pertama yang kemampuan WMCnya meningkat dan mampu menyelesaikan tugas. Walaupun WMC meningkat, tapi fluid intelligence responden tetap sama.

Jika permainan ini tidak membuat pintar, lantas apa manfaatnya ?

"Games ini berguna bagi orang yang melakukan beberapa tugas sekaligus, atau cepat beralih ke pekerjaan berikutnya. Misal berbicara di ponsel sambil menyetir, berbicara dengan 2 orang yang berbeda, atau masak sambil mengasuh anak yang menangis," kata peneliti dari Georgia Institute, Tyler Harrison.

Riset sebelumnya mengatakan, game asah otak baik untuk penderita kanker payudara yang mengalami chemo brain. Chemo brain adalah efek linglung akibat pengobatan kemoterapi. Setelah 12 minggu rutin bermain game asah otak, responden menunjukkan perbaikan dalam fungsi eksekusi, penemuan kata, dan kecepatan. Game juga terbukti mengurangi gejala penurunan fungsi tubuh.

(Badri Ahmad) /Kompas.com, Sumber: www.medicaldaily.com

Ada Varian Gen yang Bikin Orang Pelupa

Orang yang memiliki varian gen ini memang cenderung sulit mengingat.

Apakah Anda termasuk orang yang pelupa? Mungkin Anda bisa menyalahkan gen yang Anda bawa. Menurut para peneliti, orang yang memiliki varian gen DRD2 memang cenderung sulit mengingat.
Setiap orang pada dasarnya memiliki dua varian gen DRD2, bedanya hanya satu huruf dalam kode genetik. Sebagian orang memiliki varian C (cytosine) dan sisanya(thymine).
memiliki varian T
Dalam penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Bonn diketahui, orang yang memiliki varian T DRD2 memang lebih pelupa.
Faktor lain yang juga bisa menentukan apakah Anda akan menjadi orang yang pelupa atau tidak adalah jenis kelamin. Pria ternyata lebih pelupa dibanding wanita.
Nama dan tanggal adalah dua hal yang paling sulit diingat orang. Hampir 89 persen pria dan 86 persen wanita yang disurvei mengakut kesulitan mengingat nama orang lain dan juga tanggal.
Yang menarik, ternyata penelitian lain menunjukkan anak-anak yang lahir di era milenium (sekarang berusia 18-34) lebih pelupa dibanding generasi sebelumnya. Umumnya mereka sulit mengingat hari dan hal-hal kecil lainnya seperti di mana meletakkan kunci atau lupa membawa bekal makan siang.
Meski begitu, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan daya ingat. Salah satunya adalah menuliskan catatan kecil di mana Anda meletakkan barang atau hal-hal penting lainnya. Gunakan waktu-waktu senggang untuk menghapal, atau mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan daya ingat.
(Badri AhmadKompas.com)

Jumat, 04 April 2014

Melawan Virus dengan Virus

Ahli biokimia Leor Weinberger dari UC San Diego menggunakan pendekatan tak lazim untuk memerangi penyebaran HIV/AIDS: virus melawan virus.

Weinberger dan rekan-rekannya di San Diego dan UCLA membuat partikel yang menumpang pada HIV. Saat HIV berpindah ke orang lain dan berada dalam sel, virus itu akan menyaingi HIV.

Pada saat simulasi, para peneliti mendapati bahwa terapi bernama "therapeutic interfering particles (TIPS)" ini mengurangi jumlah orang terinfeksi HIV sepertiga puluh kondisi sekarang.

TIPS dibuat dari bagian tak berbahaya dari HIV dengan menghilangkan bagian kunci informasi genetik, seperti cara untuk menduplikasi diri. Agar dapat bertahan, TIPS menggunakan DNA dari virus asli untuk mereplikasi, artinya TIPS tidak dapat hidup tanpa HIV.

Partikel TIPS itu juga berisi gen yang direkayasa untuk menghalangi HIV. Kedua virus menggunakan protein yang sama dan harus saling bersaing untuk memperolehnya saat berada di dalam sel. Kompetisi ini membuat HIV lebih sulit untuk menggandakan diri. TIPS dapat bertahan selama setahun dalam tubuh, artinya mereka bisa memperlambat perkembangan HIV menjadi AIDS 5 hingga 10 tahun.

TIPS saat ini belum dites pada manusia. "Kami bekerja sangat hati-hati untuk memperhitungkan risiko penggunaan TIPS. Kami belum tahu apakah partikel virus ini dapat berevolusi dan bercampur dengan gen lagi saat mereka digunakan," jelas Weinberger.

Penyebar HIV paling banyak adalah pengguna obat-obatan terlarang dan pekerja seks. TIPS dianggap cara paling fenomenal untuk mengatasi infeksi HIV pada komunitas ini. (Sumber: Discovery News)
(Badri Ahmad)

Jumat, 07 Februari 2014

Sel Otak dari Air Seni Manusia

Transformasi dari sel ginjal ke sel otak membutuhkan waktu 12 hari. Dalam waktu sebulan, sel telah berubah penuh menjadi sel-sel otak.

    Saat seorang manusia berkemih, akan ada sedikit bagian kulit dari ginjal yang terkikis. Sel dari kulit ini kemudian dikembangkan menjadi stem sel yang nantinya bisa berubah menjadi sel apa pun di tubuh manusia.
Dalam penelitian teranyar, sel ini diubah menjadi neuron atau sel otak. Hasil percobaan ini dilansir dalam jurnal Nature Methods, Minggu (9/12) tahun lalu.
Teknik mengubah air seni menjadi sel ini juga dianggap jauh lebih mudah dibanding menggunakan darah. Proses pengambilan sampel juga lebih sederhana pada anak-anak.
"Karena lebih mudah bagi seorang anak untuk memberikan sampel urinnya dibanding menyuruh mereka memberikan darah," kata Marc Lalande, peneliti dari University of Connecticut Health Center, Amerika Serikat.
Dalam penelitian ini disebutkan, tim peneliti dari Cina memanen sel kulit dari ginjal yang secara rutin ada pada air seni manusia. Selanjutnya, sel ini disuntik instruksi genetika baru yang mengubahnya jadi sel otak.
Tidak seperti metode sebelumnya yang menggunakan virus, instruksi genetika ini bersifat sementara. Instruksi genetika ini juga dapat mengubah sel menjadi sel otak tipe apa pun.
Transformasi dari sel ginjal ke sel otak membutuhkan waktu 12 hari. Dalam waktu sebulan, sel telah berubah penuh menjadi sel-sel otak. Hasil penelitian ini diharapkan bisa mengobati penyakit Parkinson dan Alzheimer.

(Badri Ahmad. Sumber: Live Science)

Sabtu, 01 Februari 2014

Bahayanya Menggunakan Obat Kumur 2 Kali Sehari

Penggunaan pencuci mulut dua kali sehari bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung

Antiseptik pencuci mulut kerap atau obat kumur menjadi pilihan untuk menyegarkan dan membersihkan rongga mulut sebelum beraktivitas. Namun, sebaiknya jangan mengganti fungsi pasta gigi dengan antiseptik pencuci mulut karena ada risiko kesehatan di baliknya.

Berdasarkan studi terbaru di jurnal Free Radical Biology and Medicine, penggunaan pencuci mulut dua kali sehari bisa meningkatkan tekanan darah hingga 3,5 milimetes of mercury (mmHg).

Peningkatan tekanan darah ini memperbesar risiko terjadinya serangan jantung. Tekanan darah tinggi adalah kondisi serius yang bisa mengakibatkan penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke dan berbagai masalah kesehatan lain.

Temuan tim riset Queen Mary University of London ini menambah faktor risiko penyakit tekanan darah tinggi. Periset yakin kandungan kimia dalam antiseptik pencuci mulut, membunuh bakteri baik yang berperan dalam relaksasi pembuluh darah. Akibatnya, rutin menggunakan antiseptik pencuci mulut berisiko meningkatkan tekanan darah.

Dalam studi ini, pimpinan riset Amrita Ahluwalia dan tim, meneliti efek pada pencuci mulut dengan mengukur tekanan darah 19 responden sehat selama dua minggu. Riset berlangsung dua periode, yakni tujuh hari kontrol lalu diikuti tujuh hari perlakuan dengan antiseptik pencuci mulut.

Peneliti mencatat kapasitas penurunan nitrat dan kadar nitrit dalam rongga mulut, dalam tiap periode riset. Peneliti menduga tekanan darah berhubungan dengan kandungan chlorhexidine, yaitu antiseptik yang mengatasi gangguan gusi (gingivitis) dan masalah rongga mulut lainnya.

Hasilnya, pencuci mulut mengkonversi bakteri dari nitrit menjadi nitrat. Hal ini bisa dilihat melalui plasma nitrat yang terus menurun. Menurunnya kadar plasma nitrat berhubungan dengan meningkatnya tekanan darah. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan tekanan darah responden, yang berkisar 2 hingga 3,5 mmHg, setelah dua kali mencuci mulut dalam sehari.

Periset yakin, peningkatan tekanan darah berhubungan dengan berkurangnya jumlah bakteri baik dalam rongga oral. Bakteri baik menentukan kadar plasma nitrat hingga mengendalikan tekanan darah.

“Membunuh semua bakteri tiap harinya sangat berbahaya. Sedikit peningkatan dalam pembuluh darah berefek besar pada kematian dan kecacatan akibat penyakit jantung dan stroke,” kata Ahluwalia.

Dia juga menambahkan, riset ini tidak menganjurkan orang untuk berhenti menggunakan antiseptik pencuci mulut jika menderita infeksi gigi atau gusi. Namun sebaiknya tidak semua orang menggunakan antiseptik pencuci mulut, tanpa alasan yang jelas.

Temuan ini tidak berlaku untuk semua pencuci mulut, karena tidak semuanya mengandung chlorhexidine. Namun, pencuci mulut masih bisa menyebabkan bahaya yang sama lantaran mengganggu keseimbangan bakteri di rongga mulut.

Menurut situs salah satu pabrik produsen antiseptik pencuci mulut, produk mereka mengandung 0,2 chlorhexidine. Produk ini direkomendasikan untuk pasien dengan gusi berdarah, gangguan, infeksi rongga mulut, dan penyembuhan pasca-operasi. Sedangkan untuk kebutuhan harian, tersedia juga antiseptik pencuci mulut dengan 0,06 persen chlorhexidine.

Asosiasi Dental Amerika tidak merekomendasikan penggunaan pencuci mulut tanpa saran dari dokter gigi. Bergantung dari keperluan kebersihan oral tiap orang, dokter gigi bisa menyarankan penggunaan pencuci mulut dengan fluoride atau agen mikrobakterial, sebagai bagian dari rutinitas harian untuk menjaga kebersihan rongga mulutnya.

Riset ini sebenarnya menyasar pengguna pencuci mulut yang ingin menyembunyikan bau mulut. Riset ini sekaligus juga menekankan bahwa pengguna seperti ini harus segera berkonsultasi ke dokter gigi. Selanjutnya bisa dilihat penyebab dan bagaimana memperbaikinya, bukan bertahan dan menyembunyikan penyebab dengan pencuci mulut antiseptik.

Risiko hipertensi
Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, peningkatan tekanan darah sebesar dua poin bisa memperbesar risiko kematian akibat stroke hingga 10 persen, dan penyakit jantung hingga tujuh persen.

Hipertensi juga bisa terjadi tanpa menunjukkan gejala apa pun. Hal ini terbukti dengan fakta bahwa satu dari tiga orang dewasa yang mengalami hipertensi di Amerika tidak menunjukkan gejala apapun.

Hipertensi yang tidak membaik, bisa membahayakan tubuh dan mempengaruhi bagaimana darah terdesak hingga dinding arteri saat jantung memompanya. Faktor risiko yang mempengaruhi hipertensi antara lain usia, sejarah keluarga, kelebihan berat badan, obesitas, serta fisik yang kurang aktif.

Penderita kegemukan dan obesitas. menurut Mayo Clinic, perlu lebih banyak darah untuk menyediakan cukup oksigen dan nutrisi pada jaringan tubuhnya. Fisik yang tidak aktif menyebabkan detak lebih cepat saat seseorang beraktivitas. Semakin cepat detak jantung, maka makin berat kerja jantung pada tiap kontraksi, yang mengakibatkan tekanan kuat pada arteri.
(Badri Ahmad. Sumber: kompas.com)

Kamis, 30 Januari 2014

Golongan Darah Punya Pengaruh Terhadap Risiko Stroke

Orang yang bergolongan darah AB memiliki risiko 26 persen lebih tinggi terkena stroke dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah O. 

Golongan darah Anda kemungkinan memiliki pengaruh terhadap risiko Anda terkena stroke. Orang dengan golongan darah AB dan wanita bergolongan darah B lebih berisiko dibandingkan dengan orang bergolongan darah O, jenis golongan darah yang umum. Begitu temuan sebuah penelitian yang dilansir bbc.co.uk.

Penelitian yang dipimpin Dr. Lu Qi dan dipaparkan pada konferesin Asosiasi Jantung Amerika itu menemukan bahwa pria dan wanita bergolongan darah AB memiliki risiko 26 persen lebih tinggi terkena stroke dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah O. Sedangkan wanita bergolongan darah B memiliki risiko 15 persen lebih besar dibandingkan golongan darah O.

Apa penjelasan dari temuan itu?

Golongan darah tergantung protein yang ada di permukaan sel darah merah. Sebuah pola sistem kekebalan bertanggung jawab membentuk awal kehidupan berdasarkan protein itu. Golongan darah tertentu dapat membuat sel darah merah memungkinkan lebih mudah mengumpul dan menempel di lintasan pembuluh darah, membuat awal pembekuan darah.

"Anda tidak bisa mengubah hal itu, dan kami tidak tahu apakah ini karena golongan darah atau gen lain yang menyebabkan risiko itu. Ada hal lain yang lebih berperan sepertinya," kata Dr. Larry Goldstein, direktur pusat stroke Universitas Duke, AS.

Sekitar 45 persen kulit putih, 51 persen kulit hitam, 57 persen Hispanik, dan 40 persen orang Asia memiliki darah bergolongan O, menurut data Palang Merah AS. Orang-orang itu disebut "donor universal" sebab darah mereka dapat digunakan untuk transfusi darah ke golongan darah lain dengan aman.
Golongan darah AB paling jarang, hanya 4 persen di kalangan kulit putih dan kulit hitam, 2 persen Hispanik, dan 7 persen Asia. B sedikit banyak di atasnya, 11 persen kulit putih, 19 persen kulit hitam, 10 persen Hispanik, dan 25 persen Asia. Sedangkan golongan darah A ditemukan sebanyak 40 persen di kulit putih, 26 persen kulit hitam, 31 persen Hispanik, dan 28 persen Asia.
(Badri Ahmad/intisari-online.com)