Pages

Minggu, 29 Desember 2013

320.000 Virus Bersarang Pada Binatang

Hampir 70% virus yang menginfeksi manusia, seperti HIV, Ebola, dan Middle East Respiratory Syndrome (Mers), berasal dari alam liar.

Setidaknya terdapat 320.000 virus bersirkulasi di dalam tubuh binatang yang kini menunggu untuk diidentifikasi.
Peneliti mengatakan melakukan riset terhadap virus pembawa penyakit ini penting, teru
tama virus yang dapat menjangkit manusia agar nantinya dapat membantu pencegahan penyakit yang bersifat pandemik.
Tim memperkirakan bahwa riset membutuhkan biaya lebih dari £4 miliar atau sekitar Rp68 triliun, tetapi mengatakan uang ini masih kecil jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan jika sebuah wabah betul-betul terjadi.
Peneliti mempublikasikan hasilnya dalam jurnal mBio. Ian Lipkin, Direktur dari Pusat Infeksi dan Imunitas dari University of Columbia di Amerika Serikat mengatakan: "Apa yang kita bicarakan adalah tentang mendefinisikan berbagai macam keragaman virus pada mamalia, dan niat kami adalah, ketika kita mendapatkan informasi lebih lanjut, kita akan dapat memahami prinsip-prinsip yang mendasari faktor penentu risiko (munculnya pandemi). "
Hampir 70% virus yang menginfeksi manusia, seperti HIV, Ebola, dan Middle East Respiratory Syndrome (Mers), berasal dari alam liar.
Namun hingga kini, skala risiko masih sulit untuk diperkirakan.
"Peringatan dini"
Untuk menyelidikinya, peneliti di AS dan Bangladesh mengamati satu spesies kelelawar yang bernama, Musang Terbang (Flying Fox).
Binatang ini membawa virus Nipah, yang jika terjangkit ke manusia bisa mengakibatkan kematian.
Dengan meneliti 1.897 sample dari kelelawar itu, peneliti berhasil melakukan penilaian seberapa banyak lagi patogen yang dibawa.
Mereka menemukan hampir 60 jenis virus, yang kebanyakan belum diketahui sebelumnya.
Tim kemudian meramalkan kemungkinan angka ini untuk semua mamalia, dan menyimpulkan setidaknya ada 320.000 virus yang belum terdeteksi.
Lipkin mengatakan: "Tentu saja kita tidak bisa melakukan survei terhadap tiap binatang di planet ini, tetapi kita bisa memetakan sebaik mungkin menggunakan konsep yang disebut titik api (hotspot)."
"Kita melihat area-area, yang kita ketahui -berdasarkan pengalaman sebelumnya- memiliki potensi infeksi baru atau akan menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan manusia."
Dia mengatakan pembuatan peta dengan hotspot ini akan membutuhkan waktu 10 tahun dengan dana jutaan dolar. Dana itu, lanjutnya, terlihat sangat besar, tetapi sebetulnya relatif sedikit dibandingkan biaya intervensi yang harus dilakukan jika pandemi terjadi.
"Idenya adalah mengembangkan sebuah sistem peringatan dini."

Sabtu, 21 Desember 2013

Waspada, Banyak Menonton Televisi Turunkan Jumlah Sperma

Pria yang menghabiskan waktu mereka di depan televisi lebih memiliki pola hidup yang menetap dan dapat mempengaruhi jumlah sperma.

Bagi para pria yang sering menghabiskan waktu luangnya di depan televisi, berhati-hatilah. Sebab, studi terbaru yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menunjukkan menonton televisi terlalu lama dapat menurunkan jumlah sperma.
Studi yang melibatkan 189 koresponden pria sehat dengan rentang usia 18 hingga 22 tahun menggambarkan, pria yang menonton televisi selama 20 jam atau lebih dalam seminggu, memiliki jumlah sperma 44 persen lebih rendah dibanding dengan pria yang tidak menonton televisi. Temuan ini dilakukan setelah para peneliti menimbang beberapa faktor seperti yang dapat mempengaruhi jumlah sperma seperti merokok, indeks massa tubuh, dan asupan kalori.
Peneliti mengungkapkan bahwa pria yang menghabiskan waktu mereka di depan televisi, lebih memiliki pola hidup yang menetap dan dapat mempengaruhi jumlah sperma. Dalam studi terlihat, pria yang melakukan aktivitas selama 15 jam atau lebih dalam seminggu dari aktivitas sedang hingga berat ,memiliki jumlah sperma yang lebih tinggi dibanding para pria yang hanya melakukan aktivitas kurang dari lima jam selama seminggu.
Audrey Gaskins, mahasiswa doktoral di Harvard School of Public Health, menyatakan, temuan ini jelas menyimpulkan bahwa pria yang memiliki gaya hidup yang lebih aktif dapat meningkatkan kualitas sperma. Studi sebelumnya juga sudah memaparkan bahwa pria gemuk dan suka makan makanan berlemak, berisiko memiliki jumlah sperma yang lebih rendah.
Namun, studi yang baru ditemukan hanya menemukan asosiasinya saja dan tidak membuktikan bahwa gaya hidup yang menetap dapat menurunkan jumlah sperma. Para peneliti juga belum mengetahui apakah jika jumlah sperma yang rendah akan memiliki efek pada kesuburan laki-laki.
Menurut Andrew Kramer, ahli urologi di  University of Maryland Medical Center, mengingat manfaat gaya hidup sehat, temuan ini memang masuk akal. Namun, ke depannya perlu studi lanjutan untuk menjelaskan apakah dengan meningkatkan ktivitas pada pria yang gaya hidupnya menetap (duduk terus menerus), akan dapat meningkatkan jumlah sperma mereka.
Koresponden yang terlibat dalam penelitian adalah mereka yang sedang belajar di University of Rochester New York pada tahun 2009 dan 2010. Mereka ditanya mengenai aktivitas fisik dan menonton televisi selama tiga bulan terakhir. Lebih dari setengahnya memiliki berat badan normal dan 75 persen adalah perokok.

Pirau Katup Semilunar Selamatkan Pasien Hidrosefalus

Alat ini cukup membantu pasien karena dipasang di dalam otak.

Hidrosefalus sebagai penyakit akibat gangguan cairan pada otak ternyata memiliki solusi tersendiri. Lewat pirau katup semilunar, alat yang dipasang pada otak, pasien dapat menikmati hidupnya dengan normal.
Pirau katup semilunar, begitulah namanya. Alat yang diciptakan oleh Sudiarto dan mendapat paten sejak tahun 2007 lalu telah berhasil menyelamatkan sekitar 7.000-an pasien hidrosefalus. Spesialis Bedah Saraf di RS Sardjito Yogyakarta ini mengaku, ide pembuatan alat ini bermula tahun 1972 ketika mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia. Namun sayang, empat tahun berjalan alat ini tidak berhasil.
Ia pun mendapat kesempatan untuk kuliah di Belanda dan dipercaya menjadi asisten dalam operasi pemasangan pompa holter bagi penderita hidrosefalus. Pompa buatan Amerika Serikat itu menjadi satu-satunya alat untuk menyelamatkan bayi-bayi hidrosefalus kala itu.
“Namun, pompa tersebut sering bermasalah. Kerap kali terjadi sumbatan pada aliran pompa setelah dipasang. Akibatnya, para pasien harus melakukan operasi ulang,” paparnya beberapa hari lalu di Yogyakarta.
Sudiharto pun terus melakukan penelitian tentang penyumbatan pada pompa holter. Hingga akhirnya ia terinspirasi membuat alat tersebut yang berdasar prinsip kerja jantung.
Kendati belum dipatenkan, ia mengambil risiko untuk memasang alat buatannya demi menyelamatkan pasien hidrosefalus. Tindakan itu juga didorong oleh mahalnya harga pompa holter sehingga tidak semua pasien mampu membeli.
Sudiharto menjelaskan, pemasangan alat pompa ini awalnya dengan membedah kep
ala. Kemudian dibuat lubang kecil untuk memasukkan pompa di sekitar rongga otak. Dari sini dipasang selang yang terhubung melalui leher hingga masuk ke rongga perut di luar usus.
“Kita masukkan di bawah kulit. Karena otak itu berdenyut sesuai dengan denyut jantung, katup ini membuka sesuai dengan denyutan jantung,” katanya.
Dari semua pasien yang dipasang alat ciptaannya, Sudiharto mengaku hanya sekali melakukan operasi ulang pada awal-awal pompa katup semilunar mulai digunakan. Penyebabnya setelah dipasang ternyata pertumbuhan bayi melebihi perkiraan panjang selang. “Waktu dipasang, pasien masih kecil. Selang memendek karena dia tambah tinggi,” jelasnya.
Pengalaman itu menjadikan Sudiharto semakin tahu panjang selang dari pompa yang hendak dipasang. Menurutnya, orang Indonesia memiliki tinggi badan 160 - 175 sentimeter. Dengan demikian, ia harus memasang pompa berserta selang yang memiliki panjang 68 - 74 sentimeter.
Dari pengalaman, selang sepanjang itu cukup hingga pasien dewasa. “Sekarang average sambungan selang dari leher ke perut 65 - 70 sentimeter. Hanya kadang-kadang anak-anak sekarang cenderung lebih tinggi. Jadi, kita pasang dengan panjang 74 sentimeter,” tuturnya.
Ia pun menambahkan harga alat pun relatif tidak mahal, berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta. Ini pun bisa dibuat sesuai ukuran pemesan dan umur pasien.

Jumat, 20 Desember 2013

Kekayaan Nutrisi dalam Sebutir Kurma

Kurma amat baik untuk menjadi camilan sewaktu dalam perjalanan.

Meski bulan Ramadan tahun ini berlalu, tak berarti Anda otomatis berhenti menyantap kurma. Buah kurma yang empunya nama latin Phoenix dactylifera ini diketahui punya banyak manfaat kesehatan.
Kurma segar mengandung gula sederhana—seperti fruktosa dan dektrosa—yang ketika dikonsumsi langsung dapat menjadi pengganti energi yang hilang. Oleh karenanya, kurma cocok sebagai bekal camilan dalam perjalanan, tidak cuma tepat untuk teman berbuka puasa saja.
Penelitian mengungkap kurma juga kaya vitamin C yang bertindak sebagai senyawa antioksidan dan mampu melindungi sel-sel tubuh dari efek merusak radikal bebas. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak kurma, semakin besar perlindungan terhadap radikal bebas.
Kelebihan lain kurma adalah kandungan flavonoid seperti betakaroten, lutien, dan zeaxa
ntin — kurma bisa dianggap sebagai asupan yang hampir ideal, memberikan berbagai nutrisi penting.
Zat besi banyak terdapat dalam kurma, selain potasium alias kalium. Potasium adalah komponen pokok sel yang membantu mengendalikan detak jantung dan tekanan darah. Maka, potasium melindungi tubuh dari stroke dan penyakit jantung koroner.
Kurma juga merupakan laksatif ampuh. Serat dalam kurma melindungi dinding usus besar dengan mengikat unsur-unsur kimia penyebab kanker di dalam usus besar.
Ada pula serat beta-D-glukan telah terbukti untuk mengurangi penyerapan kolesterol LDL oleh tubuh, serta untuk memperlambat atau menunda penyerapan glukosa dalam usus kecil, sehingga membantu untuk menjaga kadar gula darah.
Serat larut tersebut melewati saluran pencernaan lebih lambat dari serat tak larut air. Dengan memperlambat pengosongan lambung, beta-D-glukan meningkatkan perasaan kenyang dan dengan demikian dapat membantu penurunan berat badan.
Selain itu, kurma mengandung kalsium, mangan, tembaga, dan magnesium. Kalsium berperan dalam pembentukan tulang dan gigi. Tembaga diperlukan untuk produksi sel darah merah. Magnesium penting untuk pertumbuhan tulang.

Bahaya Terlalu Banyak Tidur

Agar tidak kurang tidur, para pakar merekomendasikan untuk tidur tidak kurang dari enam jam setiap harinya.

Tidur merupakan cara terbaik untuk memulihkan kondisi tubuh. Kurang tidur diketahui berakibat buruk pada konsentrasi, daya analisis, kreativitas, hingga memicu timbulnya berbagai penyakit.
Agar tidak kurang tidur, para pakar merekomendasikan untuk tidur tidak kurang dari enam jam setiap harinya. Hanya saja, di balik manfaatnya yang melimpah, tidur pun menyimpan risiko kesehatan saat dilakukan secara berlebihan.

Inilah beberapa alasan kenapa kita tidak boleh tidur berlebihan.

1. Diabetes
Beberapa studi menunjukkan orang yang tidur lebih lama dari orang pada umumnya cenderung untuk mengembangkan penyakit diabetes. Terlebih, saat memiliki riwayat penyakit ini dari orangtuanya.

2. Penyakit jantung
Jika terbiasa tidur lebih dari delapan jam setiap harinya, maka Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung. Menurut beberapa peneliti, tidur sekitar 9-12 jam per hari merupakan faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Cepat lupa
Ya, tidur baik untuk pembentukan ingatan. Namun tidur lebih dari 8-9 jam per hari justru memberikan dampak yang sebaliknya. Tidur berlebihan memperlambat fungsi sel otak yang menunjukkan tanda-tanda kepikunan.

4. Depresi
Banyak studi yang mempelajari masalah ini. Beberapa di antaranya menyatakan, penderita depresi cenderung tidur lebih lama daripada orang umumnya. Yang lebih buruk lagi, tidur berlebihan dikatakan memperparah keadaan tersebut.

5. Nyeri punggung
Orang yang tidur berlebihan cenderung untuk mengalami nyeri punggung lebih sering daripada orang yang tidak. Kecuali, mereka tidur di kasur khusus yang sudah disesuaikan.

6. Obesitas
Saat tidur, metabolisme berjalan lebih lambat sehingga jika dilakukan berlebihan, cepat atau lambat Anda pun terancam mengalami obesitas. Menurut sebuah studi, mereka yang tidur berlebihan memiliki risiko 21 persen lebih tinggi untuk terkena obesitas dibandingkan orang yang tidur normal.

7. Kematian
Meskipun belum ada alasan ilmiah, tetapi banyak studi menunjukkan tidur berlebihan berkaitan dengan tingginya risiko kematian.

8. Menjadi kurang menarik
Terlalu banyak tidur juga memengaruhi kehidupan sosial Anda. Saat menghabiskan terlalu banyak waktu untuk tidur, Anda cenderung untuk melewatkan banyak aktivitas sosial sehingga mungkin sedikit banyak mengurangi daya tarik Anda.

Kamis, 19 Desember 2013

Sabun Antibakteri Justru Membahayakan Kita?

Penggunaan sabun antibakteri yang mengandung triclosan dan triclocarban justru menyebabkan resistensi virus. 

 Penggunaan sabun antibakteri yang mengandung triclosan dan triclocarban justru menyebabkan resistensi virus.

Kontroversi mengenai sabun antibakteri kembali diungkap. Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengumumkan, para pembuat produk harus membuktikan bahwa sabun antibakteri lebih efektif dibandingkan sabun biasa dalam mencegah penyakit dan membatasi infeksi.

Menurut pengumumannya, produsen juga perlu untuk membuktikan bahwa produk mereka aman untuk penggunaan jangka panjang.

"Tujuan kami adalah, jika perusahaan membuat klaim ada antibakteri di produk dalam mempromosikan konsep bahwa konsumen yang menggunakan produk ini dapat mencegah penyebaran kuman, maka harus ada data di balik itu," kata Sandra Kweder dari Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA.

Menyinggung kontroversi bahan aktif yang paling umum dalam ribuan produk sabun antibakteri, triclosan (sabun cair) dan triclocarban (sabun batang), FDA mengatakan, "Lebih lanjut, beberapa data menunjukkan bahwa paparan jangka panjang untuk bahan aktif tertentu yang digunakan dalam produk antibakteri bisa menimbulkan risiko kesehatan, seperti resistensi bakteri atau efek hormonal."

Sabun tersebut setidaknya digunakan untuk membunuh bakteri penyebab bau sejak tahun 1920-an, menurut American Cleaning Institute, sebuah kelompok industri. Pada tahun 2005, FDA telah menyerukan penelitian lebih lanjut tentang keamanan produk antibakteri.

Pengumuman FDA tidak hanya menyangkut pengkritik bahan triclosan, tetapi juga mencakup Beyond Pesticides, sebuah kelompok advokasi kesehatan lingkungan dan masyarakat Washington DC. Nichelle Harriot, staf ilmuwan Beyond Pesticide, mengatakan bahwa pengumuman FDA adalah "langkah yang baik".

Selama bertahun-tahun, eyond Pesticides telah meminta FDA untuk melarang C yang terkait erat dari produk konsumen. Selain sabun, triclosan dan triclocarban juga muncul dalam berbagai item antibakteri, dari kosmetik, pasta gigi, peralatan dapur, pakaian, mainan, bahkan mebel.

Menurut Harriot, ada tiga masalah utama akibat triclosan dan triclocarban. Studi menunjukkan bahwa triclosan dan triclocarban berbahaya, dapat menyebabkan resistensi antibiotik, dan tidak benar-benar bekerja pada patogen yang paling penting.

Dijelaskan Harriot, triclosan adalah pengganggu endokrin, yang berarti mengganggu sistem hormon kita khususnya hormon tiroid.

"Kami tidak ingin bahan kimia yang digunakan dalam kosmetik dan sabun berdampak pada janin. Saya mengerti orang khawatir tentang kuman, tapi sabun biasa dan air bisa bekerja sama dengan baik sebagai sabun antibakteri," kata Harriot.

Rabu, 18 Desember 2013

Menangis Tak Sekedar Air Mata

air mata buka sekedar air asin
    Pernahkah ada suatu hari ketika kita tiba-tiba ingin menangis tanpa alasan yang jelas.? Namun, Kita menahan diri sekuat tenaga karena terbiasa menganggap bahwa menangis adalah prilaku cewek cengeng dan kadang malah disalahgunakan buat mencapai keinginan tertentu.
Saya disini mau bilang, persetan semua itu. Kalau kita ingin menangis, maka menangislah. terutama bagi kita tipe orang yang jarang menangis.
    Saya termasuk cowok yang jarang dan susah untuk menangis. pernah ada perpisahan dengan teman dan relasi tempat praktek, nyaris mata semua orang dalam ruangan berkaca-kaca. Sementara saya enggak. saya sempat berpikir ada sesuatu yang salah dengan diri ini. Tapi tenyata enggak juga. ada moment dimana saya gampang menangis juga. terutama kehilangan orang yang kita cintai dan sayangi.
yahh kalian semua mengertilah..!!
    Suatu hari di minggu pagi, saya membaca artikel mengharukan tentang anak berusia tiga tahun penderita kanker. yang keluarganya tidak mempunyai biaya buat pengobatan anaknya yang bernama hazel. orangtuanya bercerita sungguh sangat sayang kepada anak pertama dan terakirnya itu. "Bagaimana untuk melakukan perawatan medis jika sehari-hari saja biaya untuk makan aja susah untuk di dapat." pekerjaan ayahnya sehari-hari sebagai pemulung, dan tidak bisa dipastikan mampu mendapat masukan setiap hari. orangtuanya pasrah dengan kondisi keluarga serta anaknya yang sakit, mereka hanya berharap keajaiban dan simpati dari orang tanpa mengesampingkan untuk berusaha menjadi lebih baik.
    Sangat mengharukan. Tiba-tiba saya pun merasakan air mata bergelayut dengan mudah. Karna memikirkan kondisi keluarga dan anaknya tadi. Bagaimana jikalau kondisi tersebut ada dipihak kita apa yang akan kita lakukan dan rasakan. Tak lama kemudian saya menangis tersedu-sedu sendiri dikamar bagai orang yang baru saja ditinggal mati istri.
haha haha sungguh tak terduga. 
    Lalu saya membaca riset bahwa air mata bukan sekedar air asin. Tapi mengandung hormon yang dilepaskan saat stres. Jadi menangis adalah cara tubuh menguras dirinya. Saya jadi menyesal pernah menertawakan orang menanngis.Jadi kenapa mesti malu untuk menangis?? Bila menangis dan tertawa adalah dua emosi yang berada pada dua titik berlawanan. Kenapa salah satu harus di bantah? Bahkan menangis lebih bisa diterima daripada berteriak keras atau menendang apa yang ada.
ampuni dosaku ya allah
    Apa yang dilakukan sabun pada tubuhmu itu sama dengan yang diberikan tangisan pada jiwamu, seperti kata pepatah yahudi. Di jepang ada crying boom, Orang berkumpul menonton film sedih untuk menangis. Di inggris ada Klub Loss, Crying Club dan memulai tangisan melalui memotong bawang. Menangis itu sehat, dan hanya manusia di dunia ini yang mampu mengeluarkan air mata emosional.
    Maka menangislah jika kita mau. Menangisi dosa serta noda dalam diri kita lebih baik ketimbang menangis ditinggal pacar untuk memohon ampun pada allah. Menanngisi dosa dan noda yang ada pada diri kita selain melepaskan hormon yang dilepaskan kita juga melepaskan dosa yang selama ini kita perbuat padanya.


So....... Mari Kita Menangis untuk arah yang lebih baik.........!!!