Pages

Rabu, 04 Desember 2013

Redam Penuaan Dini Dengan Ubah Menu Makanan

Untuk menghindari penuaan dini, lebih baik Anda memperbanyak stok makanan yang mengandung asam lemak omega 3 dan alpha linolenic acid (ALA)

 Apakah sehari-hari Anda banyak mengonsumsi makanan yang menyebabkan peradangan kronis, seperti minyak sayur, margarin, daging merah, roti putih, makanan manis, atau makanan olahan?

Bila ya, ada baiknya berhati-hati. Asal tahu saja, makanan yang baru disebutkan tadi tidak memberikan rasa pada kulit Anda. Sebaliknya, malah bisa menyebabkan pe

Nah, untuk menghindari penuaan dini, lebih baik Anda memperbanyak stok makanan yang mengandung asam lemak omega 3 dan alpha linolenic acid (ALA), seperti alpukat, salmon, dan minyak zaitun. Sebab, makanan yang mengandung kedua zat tadi dapat menjaga kelembutan dan kekenyalan kulit.

Jangan lupa mengonsumsi buah dan sayur, terutama yang mengandung seng, selenium, vitamin C, dan beta karoten, yang merupakan kunci utama bagi tubuh dalam memproduksi kolagen. Seperti diketahui, kolagen berfungsi untuk menjaga kulit tetap kenyal dan melindungi kulit melawan radikal bebas.

Misalnya, paprika merah dan wortel yang bisa Anda iris dan jadikan bekal camilan untuk dibawa pergi. Bila tak suka, Anda bisa menggantinya dengan secangkir brokoli, yang nilainya cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C Anda seharian. Jangan lupa, pastikan Anda cukup mendapatkan asupan protein.

Studi terbaru menunjukkan, kurang asupan protein dapat menyebabkan keriput, retakan pada kulit, serta produksi air mata. Maka, usahakan untuk mendapatkan setidaknya satu makanan yang mengandung protein pada makanan Anda, misalnya telur, daging, atau kacang-kacangan.
radangan dalam tubuh, yang dapat mempercepat kulit keriput.

Satu dari 3 Penderita Darah Tinggi Tak Menunjukkan Gejala Apa Pun

Bila hipertensi tidak dikendalikan, bisa merusak jantung dan pembuluh darah, menyebabkan stroke dan serangan jantung.

Di dalam tubuh kita, darah ibarat angkutan umum yang ke sana kemari lewat jaringan pembuluh darah. Darah ini mengangkut zat makanan (nutrisi) dan oksigen untuk dikirim ke seluruh bagian tubuh. Ada pun mesin penggerak darah hingga dapat mengalir terus-menerus adalah jantung.
Ketika jantung memompa darah, timbul tekanan aliran terhadap dinding pembuluh darah. Dalam keadaan normal tekanan pada saat jantung berkontraksi (sistolik) berada di bawah 120 mmHg, sedangkan ketika jantung berelaksasi (diastolik) di bawah 80 mmHg. Namun, kisaran tekanan darah yang ideal itu (gold standard) 115/75 mmHg.
Orang dikatakan menderita penyakit darah tinggi kalau tekanan darahnya 140/90 mmHg atau lebih tinggi yang diukur pada kedua lengan sebanyak tiga kali dalam jangka waktu bebera
pa minggu. Satu dari tiga orang penderita penyakit darah tinggi tidak menunjukkan tanda atau gejala apa pun.
Celakanya, bila hipertensi ini tidak dikendalikan bisa merusak jantung dan pembuluh darah sehingga mengarah pada timbulnya beberapa kondisi lain seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, atau gangguan pada mata.
Berdasarkan penyebabnya hipertensi ada dua jenis. Hipertensi primer atau esensial, adalah yang tidak atau belum diketahui jelas penyebabnya (terdapat pada 90 persen dari seluruh kasus hipertensi).
Diperkirakan faktor risiko hipertensi jenis ini antara lain perubahan pada jantung dan pembuluh darah, merokok, usia (di atas 35 tahun), riwayat keluarga, obesitas, gaya hidup yang tidak aktif (malas berolahraga), stres, alkohol, atau garam dalam makanan.
Hipertensi sekunder yang disebabkan atau dampak penyakit lain seperti penyakit ginjal kronis, kelainan hormonal, atau pemakaian obat-obatan tertentu—seperti pil KB.
Tekanan darah biasanya tidak sama sepanjang hari. Dalam kurun waktu 24 jam tekanan dalam arteri mengalami fluktuasi alami.
Biasanya tekanan tertinggi terjadi pada pagi hari setelah bangun tidur dan melakukan aktivitas. Lalu, akan stabil sepanjang hari dan kemudian turun pada malam hari. Titik terendah pada dini hari saat kita tertidur pulas.
Tekanan darah juga berubah bila posisi tubuh berubah. Misalnya, dalam posisi duduk ataupun tidur.

 

Selasa, 03 Desember 2013

Multivitamin Bantu Hadang Perkembangan Infeksi HIV

Tidak sembarang vitamin dapat meningkatkan daya tahan tubuh odha, kombinasinya dengan selenium lah yang paling efektif

Cara paling efisien dalam menghambat perkembangan infeksi HIV adalah dengan menggunakan obat-obatan anti retroviral (ARV). Meski begitu, sebuah studi dari Afrika mengindikasikan, konsumsi multivitamin dan suplemen selenium juga memiliki kemampuan yang baik dalam mengurangi risiko tersebut pada mereka yang belum menjalani pengobatan ARV.

Menurut studi tersebut, multivitamin dan selenium dapat memberikan efek terhadap orang dengan HIV (odha) selama dua tahun. Belum jelas apakah efek tersebut dapat terjadi dalam periode yang lebih lama.

Hal tersebut juga berkaitan dengan peserta studi yang terbatas hanya pada odha di Afrika yang belum mendapatkan pengobatan ARV. Sementara itu, di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, sekali seseorang terdiagnosa positif HIV, pengobatan ARV pun segera diberikan.

Dr Jared Baeten, profesor kesehatan global di University of Washington AS mengatakan, temuan ini sangat berguna sebagai strategi baru menunda perkembangan HIV. Pasalnya, tidak semua orang yang terdiagnosa HIV positif segera bisa atau mau untuk memulai pengobatan ARV.

Ketua studi Marianna Baum, profesor diet dan nutrusi di Florida International University's Stempel School of Public Health mengatakan, studi sebelumnya menunjukkan, odha yang memiliki pola makan sehat tidak bisa memroses nutrisi dengan baik dari makanan. Maka, dapatkah suplemen bisa memberikan manfaat bagi mereka?

Baum mencatat, belum ada yang meneliti sebelumnya bagaimana sistem imun mengalami perbaikan dengan multivitamin sementara mereka belum memulai pengobatan ARV. Baum dan timnya pun melakukan analisa terhadap 900 odha di Afrika. Sebagian dari mereka diberikan plasebo, sebagian lagi diberikan multivitamin yang berisi vitamin B, C, dan E. Kelompok lainnya diberikan multivitamin dan suplemen selenium, dan ada pula yang hanya diberikan suplemen selenium.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal American Medical Association itu menemukan, tidak ada perlakuan yang memberikan dampak berarti pada kekebalan tubuh odha kecuali pada kelompok yang diberi kombinasi multivitamin dan suplemen selenium. Bahkan setelah dianalisa berdasarkan statistik dengan menyertakan faktor-faktor lainnya, kesimpulannya tetap sama.

Dibandingkan kelompok plasebo, odha yang diberi kombinasi multivitamin dan selenium memiliki risiko 50 persen lebih rendah untuk masuk ke tahap AIDS setelah dua tahun. Baum belum mendapatkan informasi tentang harga multivitamin dan suplemen selenium, namun diperkirakan harganya relatif murah dan tidak menimbulkan efek samping.

Menurut Baum, multivitamin dapat menguatkan sistem imun, sementara suplemen selenium menyediakan asupan mineral yang menekan pertumbuhan virus. "Yang perlu diingat, tidak smbarang vitamin dapat meningkatkan daya tahan tubuh odha, kombinasinya dengan selenium lah yang paling efektif," tegasnya.

Selain itu, Baum juga menekankan pada tujuan studi bukan untuk mengurangi kebutuhan pengobatan ARV. Menurutnya, obat ARV masih menjadi standar emas untuk menekan jumlah virus.

Ke depannya, tim peneliti akan melakukan penelitian lanjutan untuk melihat efektivitas multivitamin dan suplemen selenium terhadap odha yang sudah mendapat pengobatan ARV.

Ditemukan, Gen Penyebab Kecanduan Alkohol

Saat tikus mengalami mutasi genetik, khususnya pada gen Gabrb1, mereka menjadi sangat menyukai minuman beralkohol

Peneliti berhasil menemukan satu gen yang m

Dalam studinya, para peneliti menunjukkan bahwa tikus normal tidak tertarik pada alkohol. Mereka hanya meminum sedikit, atau tidak sama sekali saat diberi pilihan antara air tawar ataupun air yang mengandung alkohol.

Namun, saat tikus tersebut mengalami mutasi genetik, khususnya pada gen Gabrb1, mereka menjadi sangat menyukai untuk meminum alkohol dibandingkan dengan air. Mereka memilih untuk meminum air beralkohol hingga 85 persen dari total konsumsi air harian mereka.

"Sangat mengejutkan saat mendapati bahwa sedikit perubahan pada satu gen bisa menghasilkan efek yang sangat kompleks seperti kecanduan alkohol," kata Quentin Anstee, konsultan hepatolog dari Newcastle University, yang mengetuai penelitian.

Para peneliti mendapati bahwa tikus yang mengalami mutasi pada gen tersebut rela bekerja keras untuk mendapatkan minuman beralkohol bahkan dalam jangka waktu yang jauh lebih lama dibandingkan dengan tikus normal. Mereka dengan sukarela meminum air beralkohol dalam satu jam untuk menjadi mabuk, bahkan saat mereka kesulitan mengontrol gerak badan mereka.

"Saat ini kami melanjutkan penelitian kami untuk menentukan apakah gen ini memiliki pengaruh yang sama pada manusia, meski kami tahu bahwa pada manusia, alkoholisme jauh lebih rumit karena ada faktor lingkungan yang mempengaruhi," sebut Anstee. "Namun di sini tetap ada potensi besar untuk mengembangkan cara perawatan yang lebih baik terhadap kecanduan alkohol di masa depan," ucapnya.
engatur konsumsi alkohol, dan jika terjadi gangguan pada gen ini, akan menyebabkan kecanduan minum alkohol yang parah. Mereka juga berhasil mengidentifikasi mekanisme yang menyebabkan terjadinya fenomena ini.

Konsumsi Makanan Berlemak Saat Pubertas Picu Kanker Payudara

Kanker tipe ini memiliki sifat yang lebih agresif dan umumnya terjadi pada wanita muda

Dari sebuah studi terbaru, terungkap bahwa memaka

Riset yang dilakukan di Breast Cancer dan Environment Research Program, Michigan State University tersebut dipublikasikan di jurnal Breast Cancer Research.

Menggunakan model praklinis, temuan itu mengindikasikan bahwa sebelum tumor apapun muncul, terjadi perubahan pada payudara, termasuk di antaranya peningkatan pertumbuhan sel dan gangguan pada kekebalan sel. Perubahan ini terus berlanjut pada masa dewasa dan bisa menjurus pada tumbuhnya bibit kanker dan pada akhirnya menjadi kanker payudara.

"Temuan ini sangat penting karena meski kanker tumbuh dari berbagai mutasi, tanda-tanda gen ini mengindikasikan pengaruh yang dihadirkan oleh makanan jenis tersebut pada payudara," kata Sandra Haslam, fisiologi asal College of Human Medicine, MSU, yang terlibat dalam proyek penelitian tersebut.

Haslam menyebutkan, kanker tipe ini memiliki sifat yang lebih agresif dan umumnya terjadi pada wanita muda. "Ini menegaskan pentingnya studi dilakukan untuk mengatasi penyakit tersebut," ucapnya.

Singkatnya, sebut Haslam, penelitian kami menunjukkan bahwa menghindari konsumsi berlebihan atas makanan berleman bisa membantu menurunkan risiko seseorang dari terkena kanker di kemudian hari. "Meski belum ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa menghindari makanan seperti itu berbahaya, namun ada baiknya untuk melakukannya."
n makanan berkadar lemak tinggi di awal masa pubertas mempercepat pertumbuhan kanker payudara dan berpotensi meningkatkan risiko munculnya kanker yang sering kali ditemukan pada wanita dewasa tersebut.

Senin, 02 Desember 2013

Penemuan Terbaru Mengenai Kanker Hati ! Jangan Tidur Terlalu Malam

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT)*, tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati
sepanjang 10 cm !!
Selama ini hampir semua orang sangat tergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan hasil index yang normal berarti
semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan! Para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar. Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.
Saat ini ada pasien dokter Hsu yang mengeluh bahwa selama satu bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan supersound baru diketemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hampir 80% dari livernya (hati) sudah termakan habis.
Pasien sangat terperanjat, “Bagaimana mungkin? Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 1 tahun yang relative singkat dapat tumbuh kanker hati yang demikian besar?”
Ternyata check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan “normal“. Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling dikenal oleh masyarakat. Tetapi item ini pula yang paling banyak disalahpahami oleh masyarakat kita (Taiwan karena penulis berdomisili disana, tetapi juga termasuk masyarakat Indonesia salah memahami).
Pada umumnya orang beranggapan bahwa bila hasil index pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal berarti tidak ada masalah dengan hati. Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal.
Dokter Hsu mengatakan, SGOT dan SGPT adalah enzim yang paling banyak ditemui di dalam sel-sel hati. Bila terjadi radang hati atau karena satu atau sebab lain sehingga sel-sel hati mati, maka SGOT dan SGPT akan lari ke luar. Hal ini menyebabkan kandungan SGOT dan SGPT di dalam darah meningkat.
Tetapi tidak adanya peningkatan angka SGOT dan SGPT bukan berarti tidak terjadi pengerasan hati atau tidak adanya kanker hati. Bagi banyak para penderita radang hati, meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi di dalam hati (liver) mereka telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati. Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati. Selain itu, pada stadium awal kanker hati, index hati juga tidak akan mengalami kenaikan. Karena pada masa-masa pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati. Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka SGOT dan SGPT mungkin masih dalam batas normal. Katakanlah naik pun tidak akan terjadi kenaikan tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini sehingga berakibat terjadilah banyak kisah sedih.
Penyebab utama kerusakan hati adalah :
  1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
  2. Tidak buang air besar pada pagi hari.
  3. Pola makan yang terlalu berlebihan
    Daging panggang, sate, dan gorengan/minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng untuk menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.
    Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan..
  4. Tidak makan pagi.
  5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan atau bahkan Narkoba.
  6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan (penyedap rasa), zat pewarna, pemanis buatan.
  7. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak ½ matang.
  8. Merokok atau menjadi perokok pasif.
Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan “jadwalnya “.
Sebab :
  • Malam hari pk 21.00 – 23.00
    Waktu untuk pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik (lebih baik lagi bila sudah tidur). Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.
  • Malam hari pk 23.00 – dini hari 01.00
    Waktu pada saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari 01.00 – 03.00
    Waktu untuk memproses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari 03.00 – 05.00
    Waktu untuk de-toxin di bagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.. Bagi perokok pembersihan berlangsung dengan tidak sempurna.
  • Pagi pk 05.00 – 07.00
    Waktu untuk de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.
  • Pagi pk 07.00 – 09.00
    Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pukul 06.30. Makan pagi sebelum pukul 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pukul 9-10 daripada tidak makan sama sekali.
Kesimpulan:
Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang.
Semoga Bermanfaat
Bagikan info ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik ‘bagikan’ / ‘share’, supaya hal ini dapat diinfokan lebih lanjut dan tidak banyak lagi yang menderita sakit (terutama kanker hati maupun hepatitis).
*Keterangan:
  • SGOT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase) adalah enzim yang terdapat di dalam sel hati. Fungsinya adalah mengkonversi senyawa aspartat dan alfaketoglutarat menjadi oksaloasetat dan glutamat, dan sebaliknya. SGOT disebut juga dengan AST atau aspartate aminotransferase.
  • SGPT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) juga merupakan enzim yang terdapat di dalam sel hati. Fungsinya untuk membantu pemindahan gugus amino dari alanin ke alfaketoglutarat. Nama lain SGPT adalah ALT atau alanine aminotransferase.

BELATUNG MEMILIKI MANFAAT BAGI BEBERAPA DALAM BIDANG KHUSUS

seperti menyiapkan pasien bagi operasi pemindahan kulit, kondisi pembersihan luka yang lebih cepat berarti pasien dapat dipindahkan ke ruang operasi lebih cepat pula. Namun, pengukuhan cara itu akan memerlukan studi klinik lebih lanjut.
Terapi dengan menggunakan belatung berhasil karena belatung hanya memakan jaringan yang mati dan membusuk, sehingga luka jadi bersih. Hewan itu tak menggali jauh ke dalam daging yang sehat, dan memilih untuk saling memangsa ketika mereka kehabisan makanan.
pemakan daging terbukti mampu menyembuhkan luka pasien diabetes secara total yang tak bisa dokter lakukan dengan cara menaruh beberapa ekor belatung hydrogelpd luka yg membusuk lalu menutup luka.setelah tiba waktu membuka luka terbukti jaringan sel & daging yg mati habis di santap belatung tsb dan uniknya mereka tidak memakan jaringan yg masìh hidup fakta lain membuktikan bila cadangan makanan belatung tsb telah habis mereka akan memakan satu sama lain dan yg lebih dahsyat terapi maggot ini besar potensinya mencegah infeksi berbahaya spt: methicillin resisting staphylococcus ausreus (MRSA)
Pengobatan cara ini digunakan secara meluas sebelum ditemukannya antibiotik, untuk membersihkan jaringan mati di luka bagi mempercepat penyembuhan.Tidak semua jenis lalat sesuai untuk kaedah rawatan ini. Hanya yang akan memakan tisu reput sahaja digunakan. Di Malaysia, species lalat yang digunakan ialah Lucilia Cuprina, manakala di barat pula adalah species Lucilia Sericata.
Pada terapi belatung, sejumlah besar belatung akan memakan jaringan yang mati secara jauh lebih akurat dibandingkan operasi bedah yang normal, dan dapat membersihkan luka dalam satu hingga dua hari. Belatung-belatung ini melakukan kerjanya dengan mencerna jaringan mati menggunakan bebagai macam enzim proteolitik yang mencairkan jaringan mati dan kemudian cairan ini disedot oleh belatung. Dalam waktu beberapa hari jaringan yang mati akan hilang dan meninggalkan luka dengan jaringan granulasi yang bersih.
Infeksi pada luka dapat menjadi komplikasi medis yang serius karena luka yang terinfeksi tidak akan sembuh sebelum infeksi berhasil ditangani.  Infeksi akan makin sulit disembuhkan apabila kuman yang menginfeksi adalah strain bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Seperti yang telah disebutkan diatas,luka infeksi dapat menyebabkan gangren yang meningkatkan resiko amputasi atau dapat menyebar ke peredaran darah yang menimbulkan syok sehingga berefek mematikan. Penelitian-penelitian yang lalu menunjukkan bahwa kebutuhan amputasi dapat dikurangi sebanyak 40%-60% dengan terapi belatung.
Belatung diketahui dapat membunuh bakteri dari luka dengan berbagai macam mekanisme yang mereka miliki. Mereka mengeluarkan berbagai macam sekret yang memiliki sifat antibiotik atau tinggal memakan bakteri yang ada dengan enzim-enzim pencernaan. Bakteri yang resisten terhadap antibiotik juga dapat diatasi oleh belatung. Jika belatung berhasil membuang jaringan yang mati, secara otomatis sumber infeksi telah dihilangkan.Selain memakan jaringan yang mati dan disinfeksi, belatung juga dapat mengsekresikan faktor-faktor pertumbuhan yang berguna dalam mempercepat penyembuhan luka.
Untuk mengaplikasikan terapi belatung,dibutuhkan tudung yang seperti sangkar agar belatung tidak kabur. Tudung beserta belatung ditempatkan diatas luka selama kurang-lebih 2 hari. Belatung-belatung di dalam tudung akan bergerak bebas untuk mencari jaringan yang mati. Tudung perlu dibuat ventilasi karena belatung membutuhkan oksigen untuk tetap hidup. Didalam tudung ini belatung akan tumbuh makin besar dan akan berganti kulit beberapa kali.  Tetapi mereka tidak akan bertambah banyak karena belatung adalah bentuk imatur dari lalat,sehingga tidak dapat bereproduksi. Setelah 2 hari terapi dapat dihentikan atau dilanjutkan dengan mengganti belatung, tergantung tingkat keparahan luka. Spesies yang digunakan untuk terapi ini adalah belatung dari lalat berfamili Calliphoriae.
Dibalik manfaat terapi belatung terdapat beberapa batasan dan kerugian yangmembatasi penggunaanya. Terapi belatung tidak dapat digunakan untuk semua jenis luka, karena belatung hanya menyukai kondisi-kondisi tertentu saja. Luka yang dapat diterapi dengan belatung adalah luka yang lembab dengan cairan eksudasi luka dan yang kaya dengan oksigen. Luka yang kering tidak memberikan lingkungan yang ideal bagi belatung, sehingga perlu dibasahi dengan larutan saline. Terkadang pasien dan dokter merasa jijik menggunakan terapi ini,sehingga terapi belatung tidak menjadi pilihan utama. Rasa geli yang timbul akibat belatung yang mondar-mandir didalam tudung luka juga dapat mengganggu perasaan pasien. Belatung pada terapi ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama didalam luka, karena belatung yang tumbuh besar dan terlalu lama di dalam luka juga dapat memakan jaringan yang hidup. Inilah alasan mengapa terapi ini dibatasi hingga 2 hari saja. Jadi perlu kehati-hatian yang besar dalam melakukan terapi belatung.Penelitian tentang terapi belatung hingga saat ini masih belum banyak, jadi pengetahuan tentang terapi belatung masih terbatas. Lembaga yang meregulasi  juga belum ada.  Tetapi resistensi  kuman terhadap antibiotik yang makin meningkat membuat para dokter untuk perlu membatasi penggunaan antibiotik dan mencari pengobatan alternatif untuk menekan angka resistensi kuman. Oleh karena itu, terapi belatung dapat menjadi pilihan sebagai terapi alternatif yang potensial dalam penyembuhan luka,terutama luka yang susah sembuh sebelum amputasi merupakan satu-satunya pilihan.
PERAWATAN TERAPI LARVA
Mula-mula lalat dibiarkan membiak di dalam makmal dengan menggunakan bahan yang sesuai untuk mendapatkan pembiakan yang optimum. Ulat tersebut kemudiannya disteril untuk membasmi kuman. Apabila diletakkan pada luka, ulat tadi akan merembes enzim yang akan mencairkan tisu mati dan memakannya, lantas membasmi bakteria pada luka. Luka akan cepat sembuh dan tisu baru terbentuk
Antara penyakit yang boleh dirawat dengan kaedah ini ialah:
• ulser disebabkan diabetes;
• bedsore ulcer;
• pressure wound;
• ulser disebabkan kanser; dan
• luka akibat kemalangan atau kebakaran.
Fatwa Mengenai penggunaan Larva lalat ini
Isu rawatan terapi menggunakan larva ini telah dibincangkan dalam Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Kali Ke-98 pada 13 hingga 15 Februari 2012. Antara perkara yang dirumuskan dalam perbincangan tersebut ialah:
1. Islam tidak pernah melarang penganutnya mencari penawar bagi sebarang penyakit yang dihidapi. Sabda Rasulullah SAW bermaksud, “Maka sesungguhnya Allah SWT tidak menciptakan sesuatu penyakit kecuali Dia menciptakan bersamanya penawar, melainkan tua.” (Riwayat Ibn Majah)
2. Ulamak Fekah juga meletakkan satu kaedah Fiqhiyyah iaitu “Kemudaratan hendaklah dihilangkan.”
3. Selain daripada khinzir dan anjing, hukum asal semua haiwan adalah suci kecuali jika terdapat dalil yang menyatakan sebaliknya.
4. Bangkai haiwan yang tidak mempunyai darah adalah suci.
·         Berdasarkan asas-asas di atas, Muzakarah bersetuju bahawa hukum menggunakan rawatan terapi larva adalah harus (boleh). Oleh kerana bangkai larva adalah suci, kehadirannya pada luka tidak akan menjejaskan ibadah pesakit. Pesakit boleh bertayammum untuk mengangkat hadas jika penggunaan air boleh memudharatkannya. Berikut adalah beberapa manfaat lalat untuk kehidupan Manusia..
  1. Lalat bermanfaat untuk dunia kesehatan, yaitu untuk terapi penyakit menggunakan larva dari lalat yang biasa disebut dengan "Maggot Therapy". Maggot Therapy atau yang biasa disebut dengan larva therapy adalah salah satu cara pengobatan alternatif untuk mengobati luka borok atau korengan yang menahun. Bagaimana cara kerja sehingga larva lalat ini bisa dijadikan bahan untuk therapy? Ketika larva tersebut sibuk menggerogoti luka ia juga sekaligus beraksi untuk membersihkan kulit mati dan daerah-daerah yang terinfeksi, membunuh bakteri yang ada dan merangsang penyembuhan atau penutupan luka.
  2. Selain Bakteri dan Cacing tanah, lalat juga merupakan salah satu hewan pengurai yang dapat mengurai limbah rumah tangga, ini sangat penting untuk mengurangi sampah bumi. Sekelompok peneliti dari Universitas Alicante Spanyol, mengadakan penelitian yang membuktikan larva lalat dapat mengurai tinja atau kotoran dari hewan dan Manusia. Artinya larva dari lalat ini dapat dimanfaatkan mengurangi jumlah limbah biologis dimuka bumi ini. Lalat juga dapat mengurai jasad yang telah mati sehingga mudah menyatu dengan tanah.
  3. Larva lalat dapat dijadikan sumber pangan alternatif. Jenis larva lalat yang bisa dijadikan sumber pangan alternatif adalah dari jenis lalat tentara yang besar. Larva dari lalat tentara ini mengandung protein mencapai 50 % dan lemak sebesar 25 % dari keseluruhan tubuhnya. Larva dari lalat tentara ini sering dijadikan sebagai pakan untuk ikan.
  4. Lalat memiliki gen yang bernama gen "refilin" yang memiliki dua fungsi yaitu:
    1. Fungsi untuk IndustriGen refilin ini dapat dimanfaatkan oleh industri sebagai pengganti karet yang biasa didapatkan dari getah karet atau yang lain. Gen ini lebih kuat dan memiliki daya elastisitas yang lebih tinggi dari semua jenis karet yang ada didunia, gen ini memiliki daya dorong dan daya tekan yang sangat kuat. Fungsi yang luar biasa ini ada pada seekor lalat yang dapat menggetarkan sayapnya sampai 1000 kali dalam setiap detiknya.
Fungsi Untuk KesehatanGen refilin adalah salah satu gen yang dapat dimanfaatkan pada dunia kesehatan karena dapat mengobati penyakit-penyakit yang pada syaraf-syaraf Arteri dan syaraf-syaraf Meina. Pada syaraf arteri yang banyak terjadi penyumbatan, gen-gen refilin yang ada pada sayap seekor lalat dapat mengobati penyumbatan tersebut